SELAMAT DATANG DI WEBSITE PAC. IPNU-IPPNU PUJON "Semoga Bermanfaat

Kamis, 29 Desember 2011

PANDUAN LAKMUD

Posted by Pelajar Pujon 22.43, under | No comments


II. LATIHAN KADER MUDA(LAKMUD)

A. Materi Pelatihan
1.   Perkenalan
a.    Pokok bahasan :
  Perkenalan identitas peserta dan pelatih, seperti  nama, alamat, status, hobbi dll.
b.    Tujuan :
1.    Tercapainya suasanan interaksi yang hangat, akrab dan saling terbuka diantara sesama peserta dan antara peserta dan Pelatih, sehingga memungkinkan berlangsungnnya kegiatan pelatihan yang partisipatif.
2.    Tercapainya suasana yang membantu peserta untuk saling membuka diri dan saling memahami, sehingga mempermudah proses interaksi antara sesama peserta pada acara-acara berikutnya.
c.    Metode :
Permainan kartu bergambar
d.    Media :
1.    Kertas manila
2.    Pulpen
3.    Kertas plano dan spidol
e.    Waktu :
120 menit
f.    Proses kegiatan :
1.    Peserta duduk melingkar tanpa ada yang menghalangi.
2.    Pelatih menerangkan maksud dari materi perkenalan ini, setelah itu membagikan kertas kepada setiap peserta.
3.    Setiap peserta menggambarkan dirinya dalam bentuk apapun (sketsa, lukisan, kata-kata, dll) kedalam kertas itu, misalnya nama, tempat tinggal, pekerjaan, orang-orang disekitarnya, hobi dsb. Gambar tidak harus bagus yang penting kita dapat mengetahui sesuatu tentang orang yang menggambarkannya.
4.    Setelah selesai, semua kertas dikumpulkan menjadi satu, masing-masing peserta mengambil satu kartu lalu dia harus menebak gambar itu milik siapa dan menceritakan apa yang dilihat dalam kartu tersebut.
5.    yang merasa membuat kartu tersebut dipersilahkan kedepan untuk menambah keterangan gambarnya.
6.    Peserta lain diharapkan mengajukan pertanyaan mengenai gambar tersebut. Begitu seterusnya sampai semua kartu peserta terbacakan.
7.    Pelatih melalui pertanyaan-pertanyaan intensif merangsang tiap peserta uantuk bercerita mengenai dirinya sendiri.
8.    Setelah selesai semua untuk perkenalan, pelatih menjelaskan arti permainan tadi kemudian menutup acara.


2.  Pre-test
a.    Pokok bahasan :
1.    Pengetahuan tentang organisasi IPNU, NU (Aswaja) serta organisasi pelajar yang lain.
2.    Pengalaman organisasi :
    Pelatihan yang pernah diikuti
    Organisasi yang pernah diikuti
3.    Keinginan diri:
    Tujuan dan harapan mengikuti Lakmud
    Tujuan dan harapan menjadi anggota IPNU
 b. Tujuan :
1.    Mengetahui sejauh mana pengetahuan dasar peserta tentang IPNU, NU serta organisasi pelajar yang lain.
2.    Mengetahui  keinginan dan harapan peserta dalam mengikuti pelatihan ini
c. Metode :
1. Angket
2. Brainstorming
d. Media:
1.    Kertas Manila (3 warna)
2.    Kertas Plano
3.    Spidol
e. Waktu:
Alokasi waktu 60 menit
f. Proses kegiatan :
1.    Pelatih membagikan 3 kartu warna (merah,  kuning, hijau) yang telah terisi dengan beberapa pertanyaan kepada setiap peserta.
2.    Pelatih memberikan waktu selama 15 menit untuk menyelesaikan  jawaban dimasing-masing kartu.
3.    Setelah semua selesai, Pelatih meminta kepada peserta untuk mengumpulkan semua jawaban kedepan sesuai dengan warna kartu.
4.    Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu tersebut sesuai dengan kategorinya masing-masing.
5.    Setelah teridentifikasi berdasarkan kategorinya, Pelatih memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanggapi .
6.    Kegiatan pada point 5 dan 6 dilakukan untuk 3 kertas warna, dimasing-masing kertas warna yang sama.
7.    Pelatih menyimpulkan hasil dari kegiatan tersebut setelah itu menutup acara.

3.   Analisa Diri
a.    Pokok bahasan :
Mengenal diri, atau akan keinginan diri, sadar akan kekurangan dan kelebihan diri dan orang lain serta sadar akan perlunya keterbukaan.

b.    Tujuan :
Agar peserta dapat lebih rendah hati, setiap orang menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang akhirnya menciptakan suasana terbuka diantara semua peserta.
c.    Metode :
1.    Role play
2.    Brainstorming
d.    Media :
1.     Kertas plano dan spidol
2.    OHP
e.    Waktu :
 Alokasi waktu 120 menit
f.    Proses Kegiatan
a.    Pelatih menjelaskan sekilas tentang esensi materi analisa diri.
b.    Selanjutnya pelatih membuka dengan cerita atau contoh kasus seorang yang  mau mengenal diri sendiri dan tidak mengenal diri sendiri. Orang yang mampu mengenal diri sendiri terbuka untuk melihat kelemahan dan kekuatan diri sendiri maupun orang lain.
c.    Hal ini terkait dengan keinginan kita dalam berproses di suatu organisasi. Oleh karena itu selanjutnya pelatih menanyakan kepada peserta apakah kita perlu mengenal diri kita sendiri.
d.    Selanjutnya pelatih mengajak peserta untuk melakukan analisa diri dengan menggunakan “spiral pertumbuhan”.
e.    Dalam penjelasan spiral pertumbuhan ini pelatih menjelaskan tahap demi tahap dengan disertai beberapa contoh kasus.

4.    Kontrak Belajar
a.    Pokok bahasan
1.    Garis besar dan pokok-pokok materi latihan
2.    Kebutuhan serta harapan pribadi dan kelompok tentang pelatihan serta perangkat pelatihan
3.    Jadwal tentatif dan tata tertib latihan
b.    Tujuan
1.    Peserta mampu mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan terhadap materi latihan
2.    Peserta dan pelatih menetapkan kesepatakan bersama tata cara pelaksanaan latihan
c.    Metode
1.    Diskusi
2.    Brainstorming
d.    Media
Papan tulis white board
Spidol dan kertas plano
Flep card
e.    Waktu :
90 menit efektif
f.    Proses kegiatan
1.    Pelatih menjelaskan tentang tujuan dan target lakut secara singkat. Demi terlaksananya pelatihan yang partisipatif maka, partisipasi dan peran aktif seluruh peserta sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kesepakatan pelatihan harus dibuat bersama-sama
2.    Pelatih membagi kartu kepada seluruh peserta, kemudian peserta menuliskan harapan dan kebutuhan selama proses pelatihan.
3.    Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu peserta sesuai dengan kategorinya dengan cara menempelkan kartu tersebut di papan.
4.    Selanjutnya pelatih dan peserta membahas aturan main tentatif pelatihan
5.    Pelatih menutup acara
5.  Ke-IPNU-an
a.    Pokok Bahasan :
1.    Tinjauan sosiologis dan strategis kelahiran IPNU
2.    Peristiwa-peristiwa dan keputusan penting dari kongres ke kongres
3.    Kebijakan-kebijakan strategis IPNU kedepan
4.    Posisi dan peran IPNU dalam konteks kepelajaran dan konteks kemasyarakatan.
b.     Tujuan :
1.    Mengetahui kelahiran IPNU secara sosiologis dan strategis
2.    Mengetahui perjalanan IPNU dari kongres ke kongres dengan keputusan pentingnnya.
3.    Memahami kebijakan strategis IPNU ke depan
c.    Metode :
1.    Ceramah
2.    Dialog
3.    Brainstorming
d.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano dan spidol
e.    Waktu :
90 menit
f.    Proses Kegiatan
1.    Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.    Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.    Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.    Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.
6. Ke-NU-an
a.     Pokok bahasan :
1.    Pengertian mabadi' Khoiru ummah
2.    Pengertian panca gerakan NU
3.    Pengertian khittoh NU
4.    Analisa NU dalam perkembangan/dinamika perjuangan
b.    Tujuan :
1.    Mengerti dan memahami mabadi’ khoiro ummah serta 5 gerakan NU
2.    Mengerti dan memahami khittoh NU serta bagaimana menerapkannya.
c.    Metode :
1.    Ceramah dan tanya jawab
2.    Brainstorming
3.    Diskusi
d.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas planodan  spidol
e.    Waktu :
90 menit
f.     Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming sekitar pokok bahasan materi.
2.    Pelatih membacakan biodata nara sumber, selanjutnya mempersilahkan narasumber  menyampaikan materi di lanjutkan dengan dialog.
3.    Pelatih mengarahkan menuju kesimpulan, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan  ruangan.
4.    Selanjutnya membagi peserta dalam beberapan kelompok diskusi, kemudian dipersilahkan peserta untuk mendiskusikan beberapa pokok masalah yang diberikan oleh pelatih.
5.    Hasil diskusi dipresentasikan di depan forum dipandu pelatih.
6.    Kemudian pelatih mengulas garis besar hasil diskusi yang diakhiri dengan penutup.

7.  ASWAJA
a.     Pokok bahasan :
1.    Pengertian madzhab dan sistem bermadzhab
2.    Pengertian Taqlid, Ittiba', Ijtihad dan istinbath dalam NU.
3.    Memahami karakteristik 4 madzhab pada masalah fiqih
4.    Pandangan aswaja terhadap jihad
b.    Tujuan :
1.    Memahami pengertian madzhab dan sistem bermadzhab
2.    Memahami tentang taqlid, ittiba’, ijtihad dan istinbath dalam NU serta aplikasinya dalam kehidupan
c.    Metode :
1. Ceramah dan tanya jawab
2. Brainstorming
3.    Diskusi
d.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano dan spidol
e.       Waktu :
      Alokasi waktu 90 menit
f.       Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming sekitar pokok bahasan materi.
2.    Pelatih membacakan biodata nara sumber, selanjutnya mempersilahkan narasumber  menyampaikan materi di lanjutkan dengan dialog.
3.    Pelatih mengarahkan menuju kesimpulan, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan  ruangan.
4.    Selanjutnya membagi peserta dalam beberapan kelompok diskusi, kemudian dipersilahkan peserta untuk mendiskusikan beberapa pokok masalah yang diberikan oleh pelatih.
5.    Hasil diskusi dipresentasikan di depan forum dipandu pelatih.
6.    Kemudian pelatih mengulas garis besar hasil diskusi yang diakhiri dengan penutup

8. Tradisi Perilaku Keagamaan NU
a.         Pokok bahasan :
1.    Tradisi NU, pengertian dan dasar hukumnya  (tahlil, qunut, diba'iyah, ziarah kubur, haul, tarawih 20  rakaat, adzan 2 dlm jumat, talqin dll)
2.    Fadzilah dan penerapannya
3.    Khilafiyahnya
b.    Tujuan :
Mengerti dan memahami tradisi NU serta dasar hukumnya berikut fadzilah dan penerapannya
c.    Metode :
1.    Ceramah
2.    Dialog
d.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano dan spidol
e.     Waktu :
Alokasi waktu 90 menit
f.     Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.    Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.    Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.    Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup

9.    Manajemen Konflik
a.    Pokok bahasan
1.    Pengertian manajemen konflik
2.    Macam/model- model konflik
3.    Tahap-tahap penyelesaian konflik
b.    Tujuan  :
Mengerti dan memahami pengertian konflik, manajemen konflik dan bagaimana  menyelesaikannya.
c.     Metode :
2.    Brainstorming
3.    Study kasus
4.    Ceramah
d.       Media :
1. OHP
2. Kertas plano dan spidol
a.    Waktu
Alokasi waktu 90 menit
b.     Proses Kegiatan :
Pelatih membuka acara dan membagi peserta dalam beberapa kelompok
Pelatih membagikan beberapa kasus pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan.
Pelatih memberikan waktu selama 15 menit kepada masing-masing kelompok untuk  menyelesaikan kasus yang diberikan.
Setelah semua selesai, pelatih memberikan kesempatan selama 10 menit pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Pelatih menjelaskan hasil dari diskusi kedalam materi pokok bahasan.
Pelatih memandu dialog.
Pelatih menutup sessi.

10.    Manajemen Organisasi
a.    Pokok bahasan :
1.    Pengertian, fungsi dan manfaat manajemen
2.    Manajemen organisasi non profit
3.    Manajemen kepanitiaan
b.    Tujuan :
1.    Mengerti dan memahami fungsi, manfaat dan bentuk-bentuk manajemen
2.    Mengetahui bagaimana memilih dan menerapkan manajemen yang tepat
c.    Metode :
1.    Brainstorming
2.    Diskusi
3.    Ceramah dan dialog
 d.     Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano
3.    Spidol
e.     Waktu :
Alokasi waktu 90 menit
f.     Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.    Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.    Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.    Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.
11.    Komunikasi
a.    Pokok bahasan :
Pengertian dan tujuan komunikasi
Unsur-unsur komunikasi
Bagaimana menciptakan komunikasi yang efektif
Komunikasi verbal dan non verbal
Etika komunikasi
b.    Tujuan :
1.    Mengerti dan memahami tujuan serta komponen-komponen komunikasi
2.    Mengetahui dan bisa menerapkan bagaimana komunikasi yang baik dan produktif.
c.    Metode :
1.    Ceramah
2.    Brainstorming
3.    Diskusi
d.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano
3.    Spidol
e.    Waktu
    Waktu 90 menit
f.     Proses Kegiatan
1.    Pelatih menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.    Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.    Pelatih mengulas garis besar hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan
4.    Pelatih menutup acara.

12.    Kepemimpinan
c.    Pokok bahasan :
1.    Macam-macam leadership
2.    Teori munculnya pemimpin di masyarakat
3.    Pola kepemimpinan efektif
4.    Tipologi kepemimpinan
b.    Tujuan :
1.    Peserta memahami karakteristik sosok dan citra diri seorang pemimpin
2.    Peserta memahami bagaimana peran dan tanggung jawab seorang pemimpin
c.    Metode :
1.    Permainan
2.    Penugasan
3.    Diskusi
d.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano
3.    Spidol
e.    Waktu :
Alokasi waktu 90 menit
f.    Proses Kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara kemudian membagi peserta dalam 4 kelompok
2.    Masing masing kelompok memerankan seorang pemimpin yang otoriter, demokratis, liberal, laizezfaire
3.    Setelah semua selesai, pelatih melontarkan beberapa pertanyaan mengenai materi pokok bahasan yang berhubungan dengan tugas yang telah diperankan
4.    Pelatih memaparkan hasil dari tanya jawab, permainan peran dan materi pokok bahasan.
5.    Pelatih menutup acara

13.    Scientific Problem Solving (SPS)
g.    Pokok bahasan:
1.    Pengertian dan fungsi SPS
2.    Pengertian masalah dan langkah-langkah pemecahan masalah
3.    Konsep dasar pengambilan keputusan
4.    Praktek studi kasus
h.    Tujuan:
1.    Memahami pengertian  dan fungsi SPS
2.    Memahami apa itu masalah, cara menganalisa serta bagaimana langkah-langkah pemecahannya.
3.    Memahami konsep dasar pengambilan keputusan.
i.    Metode:
1.    Study kasus
2.    Curah pendapat
3.    Ceramah
j.    Media :
Kertas plano, spidol
k.    Waktu :
Alokasi waktu 90 menit
l.    Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara dan membagi peserta dalam 2 kelompok besar
2.    Pelatih membagikan beberapa kasus pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan.
3.    Pelatih memberikan waktu selama 15 menit kepada masing-masing kelompok untuk  menyelesaikan kasus yang diberikan.
4.    Setelah semua selesai, Pelatih memberikan kesempatan selama 10 menit pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5.    Pelatih menjelaskan hasil dari diskusi kedalam materi pokok bahasan.
6.    Pelatih memberi kesempatan beberapa pertanyaan.
7.    Pelatih menutup acara.

14.    Kerjasama
m.    Pokok bahasan :
1.    Pengertian dan tujuan kerjasama
2.    Bentuk-bentuk kerjasama
3.    Etika kerjasama
n.    Tujuan :
1.    Memahami pengertian dan tujuan kerjasama
2.    Memahami bentuk-bentuk kerjasama serta etika kerjasama
o.    Metode :
1.    Permainan
2.    Dinamika kelompok
3.    Brainstorming
4.    Diskusi
5.    Simulasi
p.    Media :
1.    Kertas double folio
2.    Lem
3.    kertas plano
4.    spidol
q.    Waktu :
Alokasi waktu 90 menit
r.    Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara kemudian menerangkan prosesi permainan
2.    Pelatih membagi kelompok
3.    Setiap kelompok mendapat kertas double folio sebanyak jumlah peserta dalam kelompok itu.
4.    Dalam waktu 15 menit bahan yang telah diberikan harus dibentuk sesuai dengan keinginan kelompok
5.    Ketentuannya produk itu harus setinggi mungkin dan tidak boleh mempergunakan peralatan lain selain yang diberikan.
6.    Ketentuan berikutnya selama bekerja tidak ada yang boleh bicara tapi dapat berkomunikasi dengan gerak-gerik atau bahasa isyarat, mimik dan bunyi-bunyian.
7.    Amati cara kerja kelompok
8.    Pelatih mempersilahkan memulai kerja selama 15 menit
9.    Setelah 15 menit selesai, semua harus berhenti dan masing-masing kelompok meletakkan hasil karyanya ditengah ruangan.
10.    Setiap peerta diberi kesempatan untuk memberikan reaksi atas produk-produk itu, mengungkapkan perasaan dan pendapat secara bergantian
11.    Kemudian Pelatih meminta seluuh peserta membentuk lingkaran besar dengan mengadakan evaluasi
12.    Pelatih menyimpulkan hasil permainan itu dalam pokok bahasan materi
13.    Pelatih menutup acara.
15.    Teknik Diskusi dan Persidangan
a.   Pokok bahasan :
14.    Pengertian, tujuan dan  macam-macam diskusi dan persidangan
15.    Etika diskusi dan persidangan
16.    Perangkat dan teknik diskusi dan persidangan
17.    Teknik menciptakan diskusi dan persidangan yang produktif
b.       Tujuan :
1.    Memahami pengertian, tujuan, macam serta etika diskusi.
2.    memahami perangkat dan teknik persidangan
3.    Memahami bagaimana menciptakan diskusi yang produktif
Metode :
Brainstorming
Diskusi
Role Playing
Praktek diskusi dan sidang
Media :
Kertas plano
Spidol
Waktu :
Alokasi waktu 90 menit
 f.     Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.    Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.    Pelatih mengulas garis besar hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan
4.    Selanjutnya untuk memperdalam materi, pelatih mengajak peserta untuk melakukan suatu diskusi kelompok dengan membahas beberapa issue yang disedikan oleh pelatih.
5.    Selama dalam proses diskusi, pelatih memantau dan menilai mulai dari bentuk diskusi, penataan model, jalannya diskusi, partisipasi anggota diskusi dan peranan ketua kelompok diskusi dalam mengendalikan situasi diskusi.
6.    Setelah selesai, Pelatih memberikan ulasan tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosesi diskusi yang telah dipraktekkan oleh masing-masing kelompok.
7.    Selanjutnya pelatih memberikan saran-saran dan diakhiri dengan menutup acara.

16.    Pengantar Studi Gender
s.    Pokok Bahasan :
1.    Pengertian dan tujuan studi gender
2.    Perbedaan sex, gender dan feminisme
3.    Pengertian sex role, gender role, gender stereotype
4.    Bentuk-bentuk ketidakadilan gender
t.    Tujuan :
1.    Mengerti dan memahami gender, sex dan feminisme
2.    Mengetahui aliran-aliran feminisme
u.    Metode :
1.    Brainstorming
2.    Diskusi
3.    Ceramah dan dialog
v.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano dan spidol
w.    Waktu :
Alokasi waktu 60 menit efektif
x.    Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi studi gender.
2.    Pelatih membacakan biodata narasumber,  selanjutnya mempersilahkan narasumber menyampaikan materi.
3.    Pelatih memandu dialog atau curah pendapat.
4.    Pelatih menyimpulkan materi studi gender dan hasil dialog, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan  ruangan.
5.    Pelatih memandu diskusi tentang pendalaman materi, sebelum itu Pelatih membagi peserta dalam 4 kelompok.
6.    Pelatih memandu merumuskan hasil diskusi  kelompok dengan metode curah pendapat yang ditulis pada papan plano.
7.    Pelatih menutup acara

17.    Studi Problematika Pendidikan di Indonesia
y.    Pokok bahasan :
1.    Komponen-komponen pendidikan (peserta didik, pendidik,materi, metode, tujuan)
2.    Sistem pendidikan nasional
3.    Problematik pendidikan di Indonesia
z.    Tujuan :
1.    Memahami komponen-komponen pendidikan
2.    Memahami system pendidikan nasional
aa.    Metode :
1.    Brainstorming
2.    Ceramah dan dialog
bb.    Media :
1.    OHP
2.    Kertas plano dan spidol
cc.    Waktu :
Alokasi waktu 60 menit efektif
dd.    Proses kegiatan :
1.    Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.    Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.    Selesai dialog, pelatih mengulas secara garis besar hasil dialog dan mengarahkan pada kesimpulan.
4.    Pelatih memberikan saran-saran dan dilanjutkan dengan menutup acara.

18.     Evaluasi
a.   Pokok bahasan
5.    Review dan evaluasi akhir penyelenggaraan latihan
6.    Post test

b.    Tujuan
1.     Mampu mengorganisir dan mengungkapkan kembali pengalaman latihan peserta sejak awal sampai akhir pelatihan, sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan selama latihan berlangsung.
2.     Mampu memberikan umpan balik dan kritikan terhadap proses pelaksanaan latihan ini serta saran-saran mereka untuk perbaikan pelaksanaan latihan di masa yang akan datang
c.   Metode
1.    Angket
2.    Kuesioner
d.      Media
1.    Papan tulis white board dan spidolnya
2.    Kertas plano dan spidolnya
3.    Formulir isian evaluasi dan soal-soal post test
e.     Waktu
90 menit efektif
f.     Proses kegiatan
1.    Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang evaluasi pelatihan dan tujuannya.
2.    Pelatih membagi peserta ke dalam beberapa kelompok diskusi, kemudian masing-masing kelompok merumuskan beberapa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sessi yang berkaitan dengan prosesi pelatihan, misalnya infrastruktur pelatihan, materi, pelatih, metoda, nara sumber, peserta, suasana, sistem kelekatan dll.
3.    Hasil diskusi di tuangkan dalam kertas plano kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok.
4.    Pelatih memandu untuk mengidentifikasi masing-masing permasalahan, sehingga menjadi entry point bagi peserta di dalam menyelenggarakan pelatihan berikutnya.
5.    Selanjutnya pelatih menyimpulkan secara garis besar hasil diskusi.
6.    Untuk melihat daya serap materi pelatihan selama proses pelatihan, maka pelatih memberikan post test kepada peserta.
7.    Diakhiri dengan penutupan acara.

19.    Rencana Tindak Lanjut
a.   Pokok bahasan
1.   Rencana tindak lanjut latihan
2.    Rumusan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kemampuan peserta
b.     Tujuan
1.     Menyadari pentingnya suatu tindak lanjut latihan sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperolehnya selama latihan
2.    Mampu menyusun suatu rencana tindak lanjut tentatif yang dapat dan mungkin dilaksanakannya pasca latihan pelatih
c.     Metode
1.    Angket
2.    Diskusi
d.     Media
1.     Papan tulis white board dan spidolnya
2.    Kertas plano dan spidolnya
3.    Lembar rancangan kegiatan pasca latihan
e.     Waktu
120 menit efektif
f.     Proses kegiatan
1.    Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana tindak lanjut sebagai bentuk peningkatan pengalaman bagi pelatih yang akan terjun memandu latihan di wilayahnya
2.    Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya rencana tindak lanjut di buat forum segitiga yakni peserta, pelatih, dan pimpinan struktural yang bersangkutan.
3.    Selanjutnya forum diserahkan kepada pimpinan struktural yang bersangkutan untuk bersama-sama melakukan rancangan kegiatan lanjutan bagi peserta latihan.
4.    Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam plano dan menjadi ketetapan kegiatan yang harus dilaksanakan
5.    Pelatih memberikan penegasan secara garis besar atas hasil perumusan rencana tindak lanjut, kemudian diakhiri dengan penutupan acara oleh pelatih.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More